Bagaimana Cara Menyelesaikan Sebuah Perselisihan? (bagian III) - Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa (FSPS)

Bagaimana Cara Menyelesaikan Sebuah Perselisihan? (bagian III)

Bagaimana Cara Menyelesaikan Sebuah Perselisihan?

Dalam tulisan saya di Bag. I dan Bag. II sudah dijelaskan sedikit tentang dasar pemikiran sebelum menangani sebuah perselisihan dan dalam Bag. III ini saya akan mencoba memberikan sebuah contoh kasus yang di update oleh Sdr. Fee Zoy yang mempertanyakan tentang dispensasi dengan pertanyaan sebagai berikut :
"Minta tolong masukannya dong, terkait maslah dispensasi untuk pendidikan dasar advokasi, kita dari pihak SPA sudah melayangkan surat dispensasi atas nama jeaka waladi tetapi perusahaan menolak dispensai trsebut dngan alasan job kerja yg full, lalu kami mengajukan kembali dispensasi atas nam eko wicaksona dan lagi2 perusahaan menolak! Sekiranya kita tetap mengirimka anggota kami dengan catatan yg berangkat itu statusnya mangkir bgaiman ya? Tolong minta maukanya Cq."
Pertanyaan sudah ada, dan sekarang saya akan mengantarkan anda bagaimana caranya menyelesaikan sebuah perselisihan hukum. Dan saya berharap ini dilakukan dimasa datang agar saat anda mempertanyakan sebuah kasus minimal sudah dilakukan langkah-langkah sebagaimana yang saya ceritakan dibawah ini.
Mengapa hal tersebut dilakukan, agar saat menangani sebuah perselisihan atau saat berdiskusi dengan orang yang anda anggap mampu tidak lagi belepotan atau tidak jelas duduk permasalahannya.
Ingat! Semakin tau banyak, maka semakain banyak kita memiliki jalan keluarnya dari sebuah permasalahan.
Sebelum masuk kedalam pembahasan, saya kan membedah dulu pertanyaan yang diajukan. Dari pertanyaan tersebut ada beberapa kalimat yang harus dicermati oleh kita, yaitu :
1. Masalah dispensasi untuk pendidikan dasar advokasi.
2. SPA sudah melayangkan surat dispensasi atas nama Jeaka Waladi,
3. Perusahaan menolak dispensai tersebut.
4. Alasan manajemen job kerja yang full,
5. Kami mengajukan kembali dispensasi atas nama Eko Wicaksona,
6. Lagi-lagi perusahaan menolak!
7. Sekiranya kita tetap mengirimkan anggota kami dengan catatan yg berangkat itu statusnya mangkir bgaiman ya?
Dari kalimat diatas ternyata ada 7 (tujuh) kalimat yang dibuat sehingga melahirkan satu paragraf. kita akan bedah satu-satu dari mulai langkah pertama hingga langkah terakhir yang harus dilakukan agar apa yang kita inginkan dapat tercapai.
Apa yang akan saya tulis, hanya sebatas menangani perundingan bipartit saja. Semoga anda yang sabar membaca dengan hati tenang akan mendapatkan kelimpahan ilmu yang hebat dari Allah Swt.
Tata caranya atau langkah-langklah apa saja yang akan dilakukan, saya akan tulis pada Bag. IV.
Selamat bersabar.....
Bersambung .........

Penulis : (AK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.