Bagaimana Cara Menyelesaikan Sebuah Perselisihan? ( Bagian IV) - Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa (FSPS)

Bagaimana Cara Menyelesaikan Sebuah Perselisihan? ( Bagian IV)

Bagaimana Cara Menyelesaikan Sebuah Perselisihan? ( Bagian IV)

Ilustrasi:Perselisihan
Sahabat-sahabatku yang dihebatkan oleh perbuatan baiknya dan kemudian segera melupakannya. Anda tentunya tidak akan pernah mendapatkan pegangan yang pasti dalam melakukan penyelsaian dari sebuah masalah, apabila tidak mampu membuat kerangka acuannya. Mungkin banyak diantara anda telah sukses menyelesaikan sebuah perselisihan di tempat anda bekerja. Saya selalu bertanya dalam hati, “Apakah keberhasilan anda itu dikarenakan kemampuan anda? Apakah dikarenakan kebodohan pihak lawan? Apakah karena kebetulan? Apakah karena Tuhan kasihan? Atau apakah memang dikarenakan kemampuan anda?” Jawabannya ada pada bagaimana anda menyelesaikan kasus berikutnya dan bagaimana cara anda memberikan penjelasan kepada orang lain sehingga mereka mampu melakukan hal yang sama seperti sebagaimnana keberhasilan anda.
Untuk menyelesaikan sebuah perselisihan tentu tidak akan meninggalkan bagaimana hokum positif yang berlaku di tempat anda bekerja atau di tempat anda tinggal. Hukum positif adalah hukum yang berlaku di daerah tertentu, dalam waktu tertentu dan untuk hal tertentu.
Dalam Bag. III saya sudah jelaskan bagaimana caranya memecahkan rangkaian kalimat yang dipertanyakan. Dari rangkaian kalimat saja sebenarnya kita seharusnya sudah mampu menilai sampai mana tahapan pemahaman hukum dari yang bertanya tersebut. Banyak diantara kita merasa so’ hebat dengan mengeluarkan bahasa-bahasa hukum sehingga membuat yang mendengarnya terkagum-kagum, yang menurut saya justru dari perkataan dan perbuatan itu sendiri dapat terbaca seberapa banyak anda memahami permasalahan tersebut. Ingat loh! Kata-kata anda menunjukan jati diri anda. Demikianpun ketika anda tidak berkata-katapun akan terlihat siapa diri anda.
Ada beberapa kerangka yang ahrus kiuta buat ketika akan menyelesaikan sebuah permasalahan atau perselisihan. Dan tolong hal ini dijadikan pegangan bagi anda ketika menangani perselisihan berikutnya.
Kerangka penangan perselisihan adalah sebagaiberikut :
1. Dengarkan atau catat atau perhatikan rangkaian ucapan atau kalimat yang di terima.
2. Pecah kalimat-kalimat tersebut sehingga kita memahami berapa pertanyaan yang diajukan dan berapa jawaban yang kita berikan.
3. Cari, apakah pertanyaan atau permasalahan yang imaksud itu sudah diatur dalam peraturan perundang-undang yang berlaku atau belum?
Peraturan yang berlaku itu ada di UUD 45, UU, Perpres, Perpem, Permen, Perda, Pergub atau Perbup.
4. Apabila tidak ada dalam peraturan yang berlaku, maka coba cari di perjanjian. Barangkali telah ada sebuah perjanjian yang telah dibuat.
5. Apabila telah diatur dalam peraturan perundang-undangan atau perjanjian, segera catat di peraturan perundang-undangan tentang apa dan dipasal berapa, begitupun bila telah diatur dalam perjanjian, maka tulis juga di perjanjiakan dalam pasal berapa.
6. Setelah anda mencatat Undang-Undangnya dan pasalnya, lihat juga akibat hukum atau sanksi hukum dari pasal yang dimaksud.
7. Langkah berikut setelah tau akibat hukumnya atau sanksi hukumnya, anda teliti apakah masuk kedalam ranah hukum perdata atau hukum pidana.
8. Setelah ,emgetahui ranah hukumnya, baru anda melihat apakah ini masuk HAK atau KEPENTINGAN.
Ingat ya, HAK itu berarti telah diatur secara tegas dan jelas, sedangkan KEPENTINGAN belum diatur secara tegas dan jelas.
9. Setelah mengatahui ranah hukumnya, anda lihat ke Pengadilan mana perselisihan atau permasalahan tersebut di lakukan.
Sementara sampai sembilan langkah atau sembilan kerangka ini yang harus anda kerjakan dan fahami agar saat anda akan menyelesaikan sebuah masalah maka, anda akan tau langkah apa saja yang harus anda lakukan ketika menghadapi sebuah masalah.
Nah! Sambil anda menunggu tulisan saya berikutnya, tugas anda adalah mencari aturan hukum yang telah mengatur atau mungkin belum di atur sebagaimana contoh kasus dari pertanyaan yang dibuat oleh Sdr. Fee Zoy.
Catatan :
Tidak ada hal yang mudah kalau tidak dibiasakan.
Bersambung ……

Penulis (AK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.