Revisi Undang-Undang Perburuhan,kewajiban negara untuk melindungi kaum buruh - Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa (FSPS)

Revisi Undang-Undang Perburuhan,kewajiban negara untuk melindungi kaum buruh

undang undang ketenagakerjaan
Dalam revisi Undang-Undang No 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, saya akan tetap mempertahankan agar HAK yang di atur oleh Undang-Undang tidak masuk dalam ranah pengadilan PHI. Kata Abda Khair mufti
Melalui revisi ini saya akan tetap mempertahakan agar kewajiban negara untuk melindungi kaum buruh dikembalikan lagi, dan pelanggaran HAK yang diatur oleh Undang-Undang menjadi kewajiban pemerintah untuk menegakkannya.
Sebuah Undang-Undang bisa lahir atas perintah Undang-Undang, maka melalui RUU PPHI hal tersebut dapat dibuat!


Revisi UU No. 2/2004 tentang PPHI dan UUK 13/2003 tentang Ketenagakerjaan yang diusulkan oleh Kemenkumham menurut saya perlu diwaspadai.
Mengapa demikian? Karena kalau yang mengusulkan dari Kemenaker, kemungkinan besar hanya seputar hukum keperdataan, seperti pesangon, upah dan perjanjian kerja. Tetapi kalau yang mengusulkannya dari Kemenkumham, saya berpraduga bahwa revisi yang dimaksud pasti berkenaan dengan keamanan negara. Misalnya, ada larangan mogok kerja dan unjuk rasa dalam ketenagakerjaan.
Lihat aja nanti draftnya yang dibuat oleh Pemerintah! demikian di jelaskan oleh Abda Khair Mufti Selaku Pimpinan tertinggi Federasi serikat Pekerja Singaperbangsa (FSPS)


Abda Khair Mufti juga menjelaskan bahwa Sangat memungkinkan dalam revisi UU No. 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial hanya membahas satu pasal saja yaitu, "Bahwa Perselisihan Hak yang dimaksud adalah Hak yang diatur melalui perjanjian, sedangkan Hak yang lahir karena UU akan diatur melalui UU tersendiri."
Disinilah peran pemerintah sebagai pelindung kaum pekerja diminta kewajibannya untuk mengakkan Hak tersebut.
Kalau mengikuti kajian hasil Hakim Ad-Hoc hanya memperpanjang tugas hakim adhoc dari unsur serikat pekerja yang sudah tidak amanah! 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.