SPA FSPS IPII Batal Lakukan Mogok Kerja - Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa (FSPS)

SPA FSPS IPII Batal Lakukan Mogok Kerja

SPA FSPS PT IPII
KARAWANG - Beberapa Pengurus SPA FSPS PT. Indorama Polyester Industries In­donesia (SPA PT. IPII) mendatangi Mapolres Karawang Unit Satintelkam guna untuk mencabut surat pemberitahuan mogokyang di agendakan, Selasa (7/4) kemarin sampai dengan hari Selasa (6/5) ulan depan.
Agenda Mogok Kerja ini tercetus akibat gagalnya perundingan upah yang dilakukan antara Serticat Pekerja dengan pihak manaje­ment PT. IPII karena mengalami jalan buntu.
Selama berjalannya perundingan, terjadi perbedaan pendapat antara serikat pekerja dengan pihak manajemen. Dimana peru­sahaan berpendapat, bahwa bidang usaha Industri yang ada di PT. IPII berdasarkan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang dike­luarkan oleh BPMPT Karawang pada hari Sabtu (15/11) 2014 lalu, adalah bidang usaha industri pemintalan benang yang masuk kedalam sektor TSK, yang mana TDP sebe­lumnya adalah bidang usaha industri Benang Polycster filament  lndustry serat buatan KBLI 20301 (KBLI 2039).
Yang membuat heran pihak serikat pe­kerja ialah perubahan yang dilakukan peru­sahaan setelah disahkannya keputusan gu­bernur tentang kenaikan upah di Kabupaten Karawang yang mana PT. IPII termasuk ke sektor UMKU III, namun adanya dugaan, ini merupakan upaya pihak perusahaan agar membayar upah pekerjanya dengan upah sektor TSK.
Seperti yang di jelaskan Ketua SPA FSPS PT. IPII, Benih (36) bahwa selama perundin­gan mereka mengalami banyak keganjilan, diantaranya terkait bidang usaha industri.
"Selama perundingan kami coba baik ­baik, tapi bukannya ada kata sepakat malah di tutup jalur komunikast untuk berunding," tuturnya kepada Fakta fabar saat di temui di ruang Sat Intelkam Mapolres Karawang. Se­lasa (7/9).
Perundingannya sendiri, lanjut Benih, yang dimulai darl tanggal 09 januari sam­pai dengan tanggal 20 Pebruari 2015 hanya membuahkan jalan buntu.
"Makanya setelah berkoordinasi dengan beberapa pihak, termasuk DPP FSPS kami memutuskan untuk mogok kerja, yang surat pemberitahuannya telah kami kirim pada tanggal 25 maret 2015: tambahnya.
Hal senada juga di paparkan Dadang (38) Biro Kurnham di SPA FSPS IPII, dirinya mengakui sudah beberapa kali menempuh jalur hukum, diantaranya melaporkan kepa­da Ombudsman yang beralamat di Gedung Gramma I.t 11 Jl. Cihampelas No. 286 Band­ung dan juga lewat jalur Pengadilan 'Tata Usaha Negeri(PTUN)Bandung.
"Pihak Ombudsman Jawa Barat sudah ada respon dan akan memanggil pihak BPMPT karawang pada tanggal 13 April mendatang," pungkasnya.
Namun untuk saat Ini pihak SPA FSPS PT IPII telah mencabut surat pemberitahuan mogok kerja dan unjuk rasa yang telah dilay­angkan kepada pihak kepolisian karena di hari Senin (6/4) kemarin pihak perusahaan mau membuka jalan perundingan dan un­tuk sementara telah disepakati tinjauan kenaikan upah sebesar Rp.918.625, yang mana nominal tersebut merupakan tambahan upah pokok setiap pekerja.
"Namun kami akan terus berupaya sam­pai ada titik temu yang sesuai dengan kepu­tusan Gubernur tentang kenaikan upah Ka­bupaten Karawang:singkat Dadang. (er5)

Sumber : Koran Fakta Karawang 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.