AKSI ALJABAR DI HARKITNAS - Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa (FSPS)

AKSI ALJABAR DI HARKITNAS

Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada Rabu ini, (20/5), akan disambut oleh ribuan pengunjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa di Indonesia.

Beberapa lokasi penting di ibu kota DKI Jakarta diprediksi akan dipenuhi massa aksi yang berasal dari beragam organisasi dan gerakan. Kawasan Istana Negara, Bundaran Hotel Indonesia, dan gedung Mahkamah Agung menjadi beberapa lokasi yang dipastikan akan penuh dengan massa aksi memperingati Hari Kebangkitan Nasional.


"Masa aksi sekitar 300-500 orang dan jika PPRI jadi bergabung dengan Aliansi Jawa Barat (Aljabar) akan masuk ke Jakarta besok akan bertambah menjadi 10 ribu," ujar Ketua Umum LMND Lamen Hendra kepada CNN Indonesia, Selasa (19/5) malam.

Menurut Lamen, aksi yang dilakukan esok bertujuan untuk mengingatkan pemerintah agar kembali tetap mewujudkan janji kampanye Tri Sakti yang disusun dalam program Nawa Cita. "Ini adalah momentum gerakan untuk memgingatkan pemerintah agar kembali ke rel-nya cita-cita perubahan," ujar Lamen.

Ratusan buruh yang tergabung di PPRI juga diketahui akan bergerak menuju Istana Negara, sebelum nantinya mereka bergabung dengan Aljabar menuju MA dan Kementerian Dalam Negeri. Massa buruh di PPRI dan Aljabar siap menuju dua lokasi tersebut dengan membawa tuntutan pencabutan peraturan daerah tenaga kerja yang berlaku di Provinsi Jawa Barat.

"PPRI akan menuju Istana untuk melakukan aksi dengan tema membangun partai alternatif. Setelah itu kami menuju MA dan Kemendagri bersama Aljabar memperjuangkan pencabutan Perdanaker Jawa Barat," ujar Sekretaris Jenderal PPRI Dika Moehammad ketika dihubungi CNN Indonesia.

Dika mengatakan, PPRI siap membawa 500 buruh yang nantinya akan bergabung dengan 10 ribu orang dari Aljabar. Tugu Proklamasi menjadi titik awal berkumpulnya massa aksi dari Aljabar sebelum menuju Kemendagri, MA, dan Mahkamah Konstitusi.

Berdasarkan rilis yang diterima CNN Indonesia, aksi akan dilakukan oleh massa buruh Jawa Barat karena tuntutan yang mereka pada 4 Maret lalu terkait pembatalan Perda Tenaga Kerja Nomor 6 Tahun 2014 belum mendapat jawaban dari Kemendagri.

Selain itu, banyaknya kasus kasasi perburuhan yang belum jelas keputusannya di Mahkamah Agung menjadi dasar alasan Aljabar dan PPRI berencana untuk 'menyerbu' kantor MA hari ini.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.