Mayday moment untuk membangun kesejahteraan buruh dan masyarakat sesuai dengan amanah UUD 1945 - Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa (FSPS)

Mayday moment untuk membangun kesejahteraan buruh dan masyarakat sesuai dengan amanah UUD 1945

Karawang, Dalam perjalanannya, kapitalisme telah berhasil menciptakan kesenjangan sosial, degradasi moral, peningkatan kemiskinan, dan sekligus kerusakan pada alam semesta akibat dari keserakahan korporasi kapitalis yang hanya berorientasikan pada profit atau keuntungan.hal yang paling terlihat jelas adalah terciptanya jurang pemisah antara si kaya dan si miskin atau antara majikan dan buruh. Kejamnya system kapitalis ini sangat terlihat pada Negara demokrasi seperti Indonesia,menurut Karl Marx negara demokrasi adalah negara kapitalis, karena negara dikontrol oleh logika ekonomi kapitalis yang mendiktekan bahwa kebanyakan keputusan politik harus menguntungkan kepentingan kapitalis sedangkan kaum buruh,petani dan nelayan tetap berada dalam lingkar kemiskinan.
Berkaitan dengan kesejahteraan buruh dan kemiskinan, dua hal ini rasanya tak bisa dilepaskan dari efek buruk kapitalisme yang telah mereduksi fungsi buruh yang hanya sebagai alat pencetak uang,Buruh hanya salah satu bagian saja dari keseluruhan faktor produksi, antara lain tanah, mesin, dan bahan baku. Penyebabnya adalah dalam sistem kapitalis buruh bekerja pada pemilik alat produksi untuk menghasilkan produk yang hanya dilihat kuantitasnya atau alat tukarnya, sehingga upah buruh pun yang seharusnya sebagai jalan menuju kesejahteraan berubah fungsi menjadi alat penukar dari keringat, tenaga dan fikiran yang dikeluarkan oleh buruh saat bekerja di pabrik pabrik kapitalis.
Selain berubahnya fungsi dan nilai dari upah, dalam proses produksinya kaum kapitalis sering juga telah menggadaikan kesejahteraan sosial kaum buruh dan keluarganya.hal terssebut sangat kontra dengan Undang Undang Dasar Negara Republik Indoesia ( UUD 1945 ) dimana Negara menjamin warga negara untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, upah yang layak dan kesejahteraan sosial. Ironisnya pada dekade akhir ini kapitalis telah berhasil mengkerdilkan pergerakan buruh dan membiaskan pergerakan buruh seolah olah hanya untuk kepentingan buruh sendiri tanpa memberikan efek pada rakyat miskin.
Peringatan hari buruh internasional atau yang sering disebut may day sangat cocok dan relevan untuk dijadikan moment untuk membangun kesejahteraan buruh dan masyarakat sesuai dengan amanah UUD 1945 tanpa melupakan masyarakat yang tinggal di daerah dekat kawasan Industri dengan investasi ratusan bahkan milyaran rupiah. Hal ini dikarenakan demokrasi ekonomi tidak bisa diraih dengan cara menjalankan demokrasi liberal, tetapi demokrasi ekonomi dapat dicapai dengan cara membangun gerakan sosial yang kokoh. Gerakan sosial memaknai demokrasi sebagai proses mendaulatkan rakyat bukan untuk memarjinalkan rakyat melalui pendaulatan kekuatan modal.
Foto     : Giantzhult.hult

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.