Pembukuan Keuangan Perusahaan ,Apakah Buruh Paham? - Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa (FSPS)

Pembukuan Keuangan Perusahaan ,Apakah Buruh Paham?

Buruh tidak hanya berjuang dengan aksi-aksi di jalanan dan menuntut hak normatif saja, tapi juga harus menalar penindasan dan penghisapan yang dilakukan oleh pengusaha (kapitalis) secara ekonomi-politik. Itulah pentingnya menjadi buruh yang berpengetahuan dan berkepribadian, dengan mengatasi hambatan-hambatannya, termasuk pembungkaman ilmu pengetahuan terhadap buruh yang sering dilakukan oleh serikat-serikat buruh kuning.
Proses litigasi dalam memenangkan tuntutan buruh pun perlu dilakukan oleh buruh sendiri. Dalam beberapa pengalaman kasus perburuhan yang terjadi, semua bukti menjadi penting ketika berada di meja perundingan. Contohnya, ketika berunding mengenai persoalan upah, buruh harus mengetahui isi pembukuan perusahaan. Kenapa? Agar buruh memiliki landasan dalam menuntut, yakni berapa keuntungan perusahaan yang dihasilkan dari kerja buruh. Bukan sekadar mengikuti instruksi dari serikat untuk menuntut, tapi tidak tahu dengan jelas landasannya, apa dan siapa yang mau dituntut.
Kompleksitas (kerumitan) akuntansi dipakai oleh pengusaha untuk menyembunyikan nilai keuntungan sebenarnya dari buruh. Bahkan, buruh menjadi berpikir tidak bisa memahami buku perusahaan, sehingga harus menyewa akuntan publik yang bayarannya sangat mahal dan belum tentu berpihak pada buruh, jika ingin mengetahui isi buku keuangan perusahaan.
Untuk itu maka buruh seharusnya belajar mengenai pembukuan perusahaan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.