Pengusaha PHK Wanita hamil dan yang melaksanakan cuti melahirkan - Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa (FSPS)

Pengusaha PHK Wanita hamil dan yang melaksanakan cuti melahirkan


unjuk rasa di PT.SSI Karawang

Pemutusan hubungan kerja dikarenakan buruh perempuan hamil juga melanggar UU no.7 tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Wanita. Isi dari konvensi tersebut dalam pasal 11 tentang Hak Untuk Bekerja adalah melarang pemecatan atas dasar kehamilan dan memberlakukan cuti hamil

Persiapan Geruduk pabrik

Masih di dalam UU Ketenagakerjaan, di dalam pasal 153 ayat (1) huruf e dinyatakan bahwa pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan pekerja/buruh perempuan hamil, melahirkan, gugur kandungan atau menyusui bayinya. Maka perjanjian kerja yang menyebutkan klausul tentang pemutusan hubungan kerja apabila buruh perempuan hamil telah bertentangan dengan UU Ketenagakerjaan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.