DEWAN PERWAKILAN ANGGOTA (DPA) - Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa (FSPS)

DEWAN PERWAKILAN ANGGOTA (DPA)

Lambang FSPS
Dalam AD/ART disebutkan Dewan Perwakilan Anggota atau DPA maka untuk lebih jelasnya silahkan simak tulilan berikut ini.
Sebuah aturan tentunya dibuat berdasakan empat kajian aspek, yaitu aspek enpiris, aspek filosofis, aspek sosiologis dan aspek yuridis,
Saya jelaskan satu-satu ya? jadi sangat berbeda antara aspek ini dengan norma. Maka, sebaiknya membaca semuanya biar tidak berpendapat yang akhirnya akan diketawakan oleh orang yang mengerti.
Empirisme adalah suatu aliran dalam filsafat yang menyatakan bahwa semua pengetahuan berasal dari pengalaman manusia. Empirisme menolak anggapan bahwa manusia telah membawa fitrah pengetahuan dalam dirinya ketika dilahirkan.
Filosofi adalah tatanan atau aturan-aturan dalam hidup yang menjadi aturan tidak tertulis tetapi di gunakan sebagai kebijakan-kebijakan hidup & menjadikan kekuatan & bekal untuk melangkah.
Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Ungkapan ini dipublikasikan diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857). Walaupun banyak definisi tentang sosiologi namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat.
Yuridis adalah hukum, baik hukum tertulis maupun tidak tertulis. Hukum tertulis biasanya dikeluarkan oleh negara, sedangkan hukum tidak tertulis biasanya ada dalam hukum adat.
Dari keempat aspek itulah akhirnya dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga FSPS dibuat keterwakilan anggota yang dinamakan DPA.
Dibeberapa organisasi pemilihan pemimpin itu dialkukan melalui perwakilan anggota, tetapi tidak dibatasi dan tidak dijelaskan secara spesifik apa yang dimaksud dengan perwakilan anggota. Sementara di FSPS perwakilan anggota itu adalah perwakilan anggota, bukan perwakilan pengurus serikat pekerja, maka setiap SPA wajib membentuk perwakilan anggota sebelum melaksanakan pemilihan Ketua SPA.
Mengapa harus membuat perwakilan anggota dan bukan setiap anggota memiliki suara untuk menggunakan haknya tersebut?
Banyak AD/ART organisasi menuliskan begitu, namun pada kenyataanya pada pelaksanaannya tidak sesuai dengan apa yang di atur. Dapat anda bayangkan apabila setiap anggota memiliki hak suara secara langsung dalam pemilihan Ketua, tentunya perlua waktu dan biaya serta keaktifan anggota itu sendiri. pada prakteknya tidak semua anggota mau aktif, mau faham dan mau peduli dalam pemilihan Ketua. oleh karena itu dengan pertimbangan tersebut di FSPS diperlukan perwakilan anggota dalam setiap pemilihan.
Bagaimana caranya memilih perwakilan anggota? 
Caranya tidak jauh berbeda dengan pemilihan anggota dewan perwakilan rakyat, yaitu setiap anggota berhak untuk memilih dan dipilih atau dicalonkan atau tidak mencalonkan dalam DPA. Kemudian anggota DPA yang terpilih ini yang kemuian bermusyawarah secara mufakat untuk merekomendasi seorang calon Ketua SPA kepada DPP utuk segera disyahkan menjadi Ketua SPA, Ketua DPC, Ketua Umum DPP sesuai dengan tingkatan dan kewenangannya.

Sementara sebatas ini dulu tentang DPA, dalam tulisan berikutnya saya akan terangkan lebih rinci tentang DPA.

Ditulis oleh :Abda Khair Mufti
Gambar sources : google.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.