Katanya Buruh - Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa (FSPS)

Katanya Buruh

Buruuuh... 

Kita Biasa Di Bodohi. 
Kita Biasa Di Curangi. 
Kita Biasa Di Peralat. 
Kita Biasa Di Manfaatkan. 
Kita Biasa Di Tindas. 
Kita Biasa Di Caci Maki, Ketika Target Tidak Tercapai. 

Malang Nasibmu Didalam Gedung Mewah.
Nasib Suram Karena Gaji Di Kentit Dan Juga Di Larang Sakit.
Makin Hina Ketika Telunjuk Menunjuk Timbunan Sampah Yang Berat,Yang Kotor, Yang Bau Dan Yang Menjijikan.
Tanpa Ragu...
Tanpa Malu...
Tanpa Perasaan Apa Pun.
Selesai Pekerjaan, Harus Mengepel Lantai, Karena Banyak Telapak Sepatu.
Si Bos Mondar Mandir Sana Sini.

Buruuuh...

Kau Itu Seperti Binatang.
Kerjamu Hanya Menjadi Penjaga Gerbang.
Mulutmu Harus Manis Kepada Si Tuan.
Harus Berani Menyalak.
Harus Berani Menjalankan Peraturan.
Nasibmu Tetap Buruh.
Kasta Terendah Dari Jajaran Negara.

Tapi Siapa Sangka...

Nasibmu Ternyata Mahal.
Nasibmu Ternyata Menjadi Incaran.
Nasibmu Ternyata Di Perjual Belikan.
Individualisme Ambivalensi Mulai Mengincar,Mulai Mengamati,Mulai Mencengkram,Mulai Menggiring,Mulai Memanfaatkan Untuk Merauk Ke Untungan.

Kontrak Politik Adalah Pembodohan.
Kontarak Politik Adalah Perselingkuhan.
Kontrak Politik Adalah Menjual Harga Diri.

Nasiiib....
Akankah Berubah?
Bukankah Pengalaman Adalah Guru Yang Paling Berharga?

Kita Buruh...
Kita Pekerja...
Kita Rakyat Indonesia...
Kapan Keadilan InI Datang?
Kapan Kesejahteraan InI Dapat Kita Nikmati.
Kapan Pemerataan Kesenjangan Sosial Dapat Kita Rasakan Sampai Ke Pelosok Daerah.

Jangan Bodohi Orang Yang Bodoh Agar Tambah Bodoh.
Jangan Membelenggu, Biarkan Hati Yang Berbicara.
Jangan Memaksakan Kehendak, Biarkan Kemauan Itu Datang Dengan Sendirinya.


Ini Untukku...
Ini Untukmu...
Ini Untuk Dia...
Ini Untuk Kalian...
Ini Untuk Mereka...

Kita Itu Buruh....
Jangan Mau Di Perburuhkan. 


Oleh : Dafa.Rafa

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.