AWAS AMBIL Dana JHT 10% Kena Pajak Progresif - Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa (FSPS)

AWAS AMBIL Dana JHT 10% Kena Pajak Progresif

AWAS AMBIL Dana JHT 10% Kena Pajak Progresif
Masyarakat perlu mengetahui, pencairan dana saldo jaminan hari tua (JHT) akan dikenai pajak progresif.

Program iuran jaminan hari  tua  (JHT) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tak semanis impian para pekerja. Meski  pencairan  JHT  boleh diambil setelah 10  tahun kepesertaan, pekerja akan dikenakan pajak progresif mulai dari 5% sampai 30%.

PP No. 68/2009 tentang Tarif Pajak PPh Pasal 21 Atas Penghasilan Berupa Uang Pesangon, Uang Manfaat Pensiun, Tunjangan Hari Tua, dan JHT Dibayarkan Sekaligus, memposisikan dana JHT sebagai penghasilan pekerja, sehingga dana tersebut ketika diambil dikenai pajak progresif.

Menurut Surat Edaran BPJS Ketenagakerjaan kepada seluruh kantor wilayah menerangkan bahwa terjadi perlakuan yang berbeda terhadap pengambilan JHT secara sekaligus dan bertahap.

Dasar hukum pajak progresif ini adalah pasal 5 ayat 1 PMK Nomor 16/PMK.03/2010 dan pasal 6 PP Nomor 68 tahun 2009. Tarif pajak yang berlaku untuk pengambilan JHT bertahap adalah 5% untuk dana kepesertaan kurang dari Rp 50 juta. Sedangkan untuk pekerja  dengan  kepemilikan dana JHT antara Rp 50 juta sampai Rp  250  juta  terkena tarif pajak 15%.

Namun, apabila peserta hanya mencairkan dana JHT saat memasuki usia pensiun, atau pada usia 56 tahun, maka pajak yang dikenakan hanya 5%. Artinya, pajak berjenjang hanya berlaku bagi peserta yang mencairkan dana JHT sebelum usia pensiun.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.